Sejarah Desa Kuripan

Posted by : Administrator
Share

SEJARAH DESA KURIPAN

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah, berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berlandaskan atas pengertian diatas maka dapat diartikan bahwa Desa Kuripan Induk yang berdiri Tahun 1904 dan ada karena kebutuhan akan adanya tatanan pemerintahan otonom ditingkatan desa.

Desa Kuripan merupakan salah satu dari enam desa yang ada di kecamatan Kuripan yaitu desa Kuripan , Kuripan Utara, Kuripan Selatan, Jagaraga,  Kuripan Timur dan  Giri Sasak.

Desa Kuripan dimulai dengan nama Pemusungan pada Tahun 1904 yang dipimpim oleh Pemusung pertama yang bernama Mamiq Muliasih. Mamiq Muliasih memimpin kuripan sampai dengan Tahun 1914.

 Kepala Desa ( Pemusung ) Yang Pernah Memimpin di Desa Kuripan

No.

N a m a

Jabatan

Masa Jabatan

Keterangan

1.

Mamiq Muliasih

Pemusung

1904-1914

Almarhum

2.

Lalu Dinah

Pemusung

1914-1922

Almarhum

3.

Raden Syam

Pemusung

1922-1926

Almarhum

4.

Raden Amir

Pemusung

1926-1932

Almarhum

5.

Lalu Jinade

Pemusung

1932-1937

Almarhum

6.

Lalu Togog

Kepala Desa

1937-1941

Almarhum

7.

Ramli

Kepala Desa

1941-1946

Almarhum

8.

Lalu Darwlis

Kepala Desa

1946-1952

Almarhum

9.

Lalu Mu’in

Kepala Desa

1952-1957

Almarhum

10.

H.L.Mukhtar

Kepala Desa

1957-1963

Almarhum

11.

H.L.Tajudin Noor

Kepala Desa

1963-1969

Almarhum

12.

H.L.Bohari

Kepala Desa

1969-1971

Almarhum

13.

H.L.Tajudin Noor

Kepala Desa

1971-1977

Almarhum

14.

H.Muzakkir

Kepala Desa

1977-1979

Almarhum

15.

Lalu Maywarthe

Kepala Desa

1979-1998

-

16

Salman Alparizi

Kepala Desa

1999-2007

-

17

HL. Harta Muhardi, SIP.

Kepala Desa

2007 - 2013

-

18

M a s t u r

Kepala Desa

2013- 2019

-

19

H A S B I

Kepala Desa

2019- Sampai Sekarang

-

 

Desa Kuripan tempo dulu adalah satu wilayah kesatuan masyarakat yang dimulai dengan nama Pamusungan  yang dipimpin oleh seorang Pamusung. Nama Desa “Kuripan” diambil dari nama sebuah Kerajaan yang ada di Pulau Lombok, yaitu Kerajaan Kahuripan. Kerajaan Kahuripan terpusat di Desa Kuripan.

Hal ini terbukti dari adanya situs-situs sejarah yang masih ada sampai sekarang yaitu antara lain; Situs Makam Raja Kahuripan di Karang Makam, Situs Makam Patih Seketeng di Tongkek, Situs Makam Patih Nuraksi dan Nurakse di Makam Indergecek Pelabu, dan Makam Pangeran Kelungkung yang masuk Islam di Pedewa’ Pelabu.

Desa Kuripan termasuk Desa tua yang berada diwilayah selatan bagian timur Kabupaten Lombok Barat. Sebelum tahun 1959 wilayah Desa Kuripan sangatlah luas yaitu mencakup; sebagian wilayah Kecamatan Gerung Yaitu disebelah Barat, Desa Dasab Geres, Desa Babussalam, Desa Dasan Tapen, Desa Tempos dan Desa Banyu Urip di bagian Selatan. Sedangkan ke Timur sampai Wilayah Lombok Tengah yaitu Desa Labulia dan disebelah Utara Desa Kuripan utara dan Desa Jagaraga Indah.

Tahun 1997 Desa Kuripan dimekarkan menjadi 3 (tiga) Desa yaitu : Desa Kuripan, Desa Kuripan Utara, Dan Desa Kuripan Selatan.

Tahun 2000 wilayah Desa Kuripan yang dulu berubah menjadi satu wilayah Kecamatan yang disebut sebagai Kecamatan Kuripan yang yang terdiri dari 6 Desa dan pusat kotanya berada di Desa Kuripan.

Saai ini Desa Kuripan adalah Desa yang terletak di daerah perbatasan antara Kabupaten Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Tengah, sehingga  memiliki arti yang sangat strategis sebagai wajah Kabupaten Lombok Barat. Jika masyarakat Kabupaten Lombok Tengah ingin ke Kota Provinsi. Maka haruslah melewati Desa Kuripan.

 Sebagian besar tata pemukiman Desa Kuripan merupakan peninggalan masa lampau yaitu Kerajaan Kahuripan, dimana dari empat penjuru Desa Kuripan diapit oleh tempat pekuburan. Selain situs-situs sejarah terdapat pula situs-situs budaya yang masih dihormati dan dipelihara masyarakat. 

Desa Kuripan berada dipinggir Gunung Sasak dengan suhu rata-rata  22C – 32C, jumlah bulan hujan antara 4 bulan dari 12 bulan dengan curah hujan rata-rata + 1100 mm, tinggi tempat 300 m dpl, serta dengan bentang wilayahnya yang datar, warna tanah hitam yang bertekstur debu dengan kedalaman solum tanah 0,5 meter.

Mayoritas penduduknya beragama Islam dan ada juga yang beragama Hindu dengan suku Sasak, namun ada juga yang beretnis Jawa dan  Sumbawa. Dan dari silsilah keturunannya masyarakat desa Kuripan termasuk secara umum berasal dari satu warga, sehingga dengan begitu kerukunan dan keharmonisan tampak jelas terlihat.

Kesenjangan sosial ekonomi pada masyarakat tidak terlalu menjadi ukuran pada proses interaksi atau hubungan sosial masyarakat, namun dengan rata-rata prosentase kemiskinan mencapai 41,4 % dan jumlah penduduk, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, pedagang dan buruh yang terpaksa harus pergi merantau kedaerah lain seperti Bali, Sumbawa dan Kalimantan atau keluar negeri seperti Malaysia dan Saudi Arabia.

Description: raja_bali_lombok

Gambar 1.1. (Mamiq Muliasih : ”Pemusung 1904-1914)

 

 

Description: kepalakampung_lombok_1870 Description: kepalakampung_lombok_1870

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.2  : (Pemusung Kuripan (Raden Syam: 1922-1926) beserta Jajaran Pemerintahan

Description: orang_lombok Description: orang_lombok

 

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.3 : Masyarakat Kuripan pada masa Pemusung Lalu Dina

                         Yang memerintah sejak 1914-1922

Desa Kuripan Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat
© 2020 Lombok Barat Follow : Facebook Twitter Linked Youtube