Sejarah Desa Kuripan
Kamis, 03 Desember 2020 20:48:16
Kuripan
Sejarah Desa Kuripan
Gerbang Kantor Desa Kuripan

Desa Kuripan tempo dulu adalah satu wilayah kesatuan masyarakat yang dimulai dengan nama Pamusungan yang dipimpin oleh seorang Pamusung. Nama Desa 'Kuripan" diambil dari nama sebuah Kerajaan yang ada di Pulau Lombok, yaitu Kerajaan Kahuripan.Kerajaan Kahuripan terpusat di Desa Kuripan.

Hal ini terbukti dari adanya situs-situs sejarah yang masih ada sampai sekarang yaitu antara lain; Situs Makam Raja Kahuripan di Karang Makam, Situs Makam Patih Seketeng di Tongkek, Situs Makam Patih Nuraksi dan Nurakse di Makam Indergecek Pelabu, dan Makam Pangeran Kelungkung yang masuk Islam di Pedewa’ Pelabu. Desa Kuripan termasuk Desa tua yang berada diwilayah selatan bagian timur Kabupaten Lombok Barat.

Sebelum tahun 1959 wilayah Desa Kuripan sangatlah luas yaitu mencakup; sebagian wilayah Kecamatan Gerung Yaitu Desa Dasan Geres disebelah Barat, Desa Tempos dan Desa Banyu Urip dibagian Selatan. Sedangkan ke Timur sampai Wilayah Lombok Tengah yaitu Desa Labulia dan disebelah Utara Desa Kuripan utara dan Desa Jagaraga Indah. Desa Kuripan berdiri dengan nama Pamusungan sekitar Tahun 1904 yang dipimpin oleh seorang Pemusung bernama Mamiq Muliasih.

Tahun 1997 Desa Kuripan dimekarkan menjadi 3 (tiga) Desa yaitu : Desa Kuripan, Desa Kuripan Utara, Dan Desa Kuripan Selatan. Tahun 2000 wilayah Desa Kuripan yang dulu berubah menjadi satu wilayah Kecamatan yang disebut sebagai Kecamatan Kuripan yang pusat kotanya berada di Desa Kuripan. Saai ini Desa Kuripan adalah Desa yang terletak di daerah perbatasan antara Kabupaten Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Tengah, sehingga sehingga memiliki arti yang sangat strategis sebagai wajah Kabupaten Lombok Barat. Jika masyarakat Kabupaten Lombok Tengah ingin ke Kota Provinsi. Maka haruslah melewati Desa Kuripan.

Sebagian besar tata pemukiman Desa Kuripan merupakan peninggalan masa lampau yaitu Kerajaan Kahuripan, dimana dari empat penjuru Desa Kuripan diapit oleh tempat pekuburan. Selain situs-situs sejarah terdapat pula situs-situs budaya yang masih dihormati dan dipelihara masyarakat. Desa Kuripan berada dipinggir Gunung Sasak dengan suhu rata-rata 22C – 32C, jumlah bulan hujan antara 4 bulan dari 12 bulan dengan curah hujan rata-rata + 1100 mm, tinggi tempat 300mdpl, serta dengan bentang wilayahnya yang datar, warna tanah hitam yang bertekstur debu dengan kedalaman solum tanah 0,5 meter. Mayoritas penduduknya beragama Islam dan ada juga yang beragama Hindu dengan suku Sasak, namun ada juga yang beretnis Jawa dan Sumbawa. Dan dari silsilah keturunannya, masyarakat desa Kuripan termasuk secara umum berasal dari satu warga, sehingga dengan begitu kerukunan dan keharmonisan tampak jelas terlihat.

Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
CAPTCHA Image
APBDes 2021

Data belum diinput

APBDes 2020
Dana Desa (DD)
Rp 200.000.000,0015%
Anggaran Dana Desa (ADD)
Rp 860.987.000,0063%
Pendapatan Asli Desa (PAD)
Rp 300.000.000,0022%
Total APBDes 2020
Rp 1.360.987.000,00
100%
Realisasi APBDes 2020
Dana Desa (DD)
Rp 1.789.000,000%
Pendapatan Asli Desa (PAD)
Rp 275.000.000,0020%
Total Realisasi APBDes 2020
Rp 1.084.198.000,00
20%